Sosialisasi Pancasila Budiman AS Tekankan Persatuan di Tengah Perbedaan
Dalam sambutannya, Budiman yang juga Ketua Partai Demokrat Kota Bandarlampung menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan panduan hidup yang harus diamalkan dalam keseharian. Ia menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan, terutama menghadapi tantangan politik, sosial, hingga penetrasi budaya global yang dapat memengaruhi generasi muda.
“Pancasila harus kita hidupkan, bukan hanya dihafal. Persatuan adalah kunci agar bangsa ini tetap kokoh. Kalau kita hanya menjadikannya simbol, tanpa mengamalkan nilai-nilainya, maka kita akan kehilangan jati diri,” tegas Budiman.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL), Anggalana, yang memaparkan konsep living ideology atau menghidupkan ideologi. Ia menekankan nilai Pancasila tidak boleh berhenti di ruang kelas atau seminar, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata: saling menghargai, menjaga toleransi, dan menggunakan media sosial secara bijak.
“Bijak dalam bermedsos adalah bagian dari pengamalan Pancasila. Jangan sampai kita terjebak hoaks, ujaran kebencian, atau polarisasi. Kalau kita bisa menjadikan medsos sebagai ruang membangun persatuan, itu artinya kita sudah menghidupkan Pancasila,” jelas Anggalana. (*)