Dinilai tidak transparasi Musda XI Partai Golkar Bandarlampung ditunda

0
IMG-20251214-WA0057
Bagikan:

 

Paparanlampung.id (Bandar lampung)-  Penundaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung memicu kekecewaan kader di tingkat kecamatan.

Musda yang sedianya digelar pada Minggu, 14 Desember 2025 di Graha Golkar, ditunda tanpa kepastian waktu pelaksanaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) Golkar Bandar Lampung, Wilan Kesumajaya, menilai penundaan Musda dilakukan tanpa transparansi.

“Tidak ada pengumuman resmi maupun undangan tertulis kepada pimpinan kecamatan dan pemilik suara. Ini menimbulkan kebingungan di internal,” ujar Wilan, Minggu (14/12/2025).

Wilan menegaskan loyalitas kader sepenuhnya kepada Partai Golkar dan berharap Musda segera digelar sesuai juklak dan juknis DPP.

“Kami pemilik suara yang sah. Loyalitas kami kepada partai, bukan kepada individu,” tegasnya.

Dirinya mengungkapkan, persoalan administrasi bakal calon ketua DPD Golkar Bandar Lampung, Handitya Narapati Sjachroedin Zainal Abidin Pagaralam, yang sempat menjadi sorotan telah diselesaikan.

“Administrasi sudah diperbaiki dan dinyatakan beres. Karena itu, 11 kecamatan resmi mencabut dukungan dari Benny dan mengalihkan dukungan ke Handitya,” katanya.

Saat ini, dari total 20 pemilik suara, Handitya mengantongi dukungan 11 kecamatan serta satu organisasi sayap Partai Golkar.

Sebelumnya, Panitia Penyelenggara Musda XI mengusulkan penundaan Musda berdasarkan laporan Panitia Penjaringan.

Dalam laporan tersebut disebutkan adanya dua bakal calon ketua, yakni H. Benny H. Nauly Mansyur dan Handitya Narapati, serta temuan duplikasi dukungan, dugaan maladministrasi penggunaan kop surat, kesalahan penulisan nama kecamatan, dan ketidaksesuaian stempel organisasi.

Usulan penundaan kemudian disetujui DPD Partai Golkar Provinsi Lampung melalui Surat Nomor B-22/DPDPG-I/LPG/XII/2025 dengan berpedoman pada Juklak DPP Partai Golkar Nomor 02 Tahun 2025.

Sementara itu, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Bandar Lampung, Miftahul Huda, menekankan pentingnya ketua DPD yang memiliki kekuatan elektoral.

“Golkar butuh pemimpin yang punya elektabilitas agar partai kembali kuat,” ujarnya. (Gds)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *